Hoahm…rasanya lama nian nie q ga’ update blog lagi….. Maklum (efek post sick), jadi belum ada ide-ide cemerlang buat update, hehehe
Ok deh,,,, semoga hari ini bisa meng-update sesuatu yang ada manfaatnya, khususnya buat q pribadi dan umumnya buat pembaca sekalian.. ^_^
Hmm,,,, karena latar belakang q adalah lulusan Rekam Medis, jadi untuk update-an hari ni temanya ga jauh-jauh dari rekam medis aja deh,,, hehe
Kali ini q pengin membahas tentang sebuah sub judul mengenai SPBRM. What is SPBRM??
Jangan bingung-bingung, SPBRM tu singkatan dari Sistem Penyimpanan Berkas Rekam Medis.. Biasa lah…, untuk mengingat dalam belajar, q lebih enak menggunakan istilah singkatan-singkatan sendiri yang mempermudah dalam menghafal. Hehe (Tapi ga setiap orang terbiasa dengan singkatan-singkatan lho…, gunakan aja tehnik belajar sesuai kebiasaanmu,, ^_^)
Setiap rumah sakit tentunya memiliki sistem penjajaran yang berbeda dalam menyimpan berkas rekam medis. Hal ini tergantung dari kebutuhan serta fasilitas rumah sakit itu sendiri. Adapun macam-macam sistem penyimpanan berkas rekam medis menurut nomor adalah sebagai berikut :
- Sistem Penyimpanan Nomor Langsung (Straight Numerical Filing System)
Penyimpanan dengan sistem penyimpanan nomor langsung yaitu berkas rekam medis disimpan dalam rak penyimpanan secara berturut dengan penjajaran berdasar urutan nomornya seperti yang tertera pada berkas rekam medis, yang dimulai dengan nomor terkecil sampai yang terbesar.
Contoh :
Ada 3 buah berkas rekam medis dengan nomor rekam medis 6 digit seperti berikut: 356011, 356010, 356012
Maka dalam penyimpanannya, penjajaran/urutannya adalah 356010, 356011, 356012
- Sistem Penyimpanan Angka Akhir (Terminal Digit Filing System)
Penyimpanan dengan sistem ini sering disebut dengan Terminal Digit Filing System, dimana penjajaran dalam menyimpan berkas rekam medis berbeda dengan penomoran langsung. Dalam sistem ini nomor rekam medis dibagi menjadi 3 bagian, yaitu primary digits, secondary digits dan tertiary digits. Biar ga bingung, saya kasih contohnya. Misalkan RS-X memiliki 6 digit nomor rekam medis, yaitu 35-60-10. Maka angka “10” menempati posisi primary digits, sedangkan dua angka di sebelah kirinya, yaitu angka “60” menempati posisi secondary digits, dan yang terakhir “35” menempati posisi tertiary digits. Urutan proses untuk melakukan penyimpanan terhadap berkas rekam medis sesuai sistem ini, yaitu melihat posisi dengan urutan primary digits -> secondary digits -> tertiary digits.
- Sistem Penyimpanan Angka Tengah (Middle Digit Filing System)
Disini, penyimpanan berkas rekam medis yang menggunakan sistem penjajaran angka tengah hampir sama dengan sistem penjajaran angka akhir. Yang membedakan adalah letak posisi primary digits, secondary digits dan tertiary digits. Dalam hal ini, pasangan angka yang terletak di tengah-tengah menempati posisi primary digits, untuk pasangan angka paling kiri menempati posisi secondary digits, dan pasangan angka yang paling kanan menempati posisi tertiary digits.







a.l.dewa berkata,
Mei 20, 2011 pada 4:48 pm
Mo tanya dong…
Gimana dengan penyusunan no MR berikut dengan menggunakan TDF dan MDF. (mana yg no 1,2,3,dst)
No MR : 030048, 030148, 030248, 030348 030049, 030149, 030249, 030349.
Terima kasih atas bantuannya.
prisai berkata,
Mei 21, 2011 pada 3:00 pm
untuk penyusunan no MR dengan no MR : 030048, 030148, 030248, 030348 030049, 030149, 030249, 030349 adalah sbb:
- TDF (urutan dari awal mpe akhir)
030048
030148
030248
030348
030049
030149
030249
030349
- MDF
030048
030049
030148
030149
030248
030249
030348
030349
Terima kasih
ecay berkata,
Januari 18, 2012 pada 11:16 am
Pak bagi ilmu dong, kalo untuk praktek pribadi dokter umum ato dokter gigi (yg baru merintis praktek pribadi) bagusnya pake sistem ap y rekam medisnya? Ap pake kode yg dicampur abjad dengan angka ato pake angka kaya yg bapak jelaskan? Makasih sebelumnya
prisai berkata,
Januari 22, 2012 pada 4:29 pm
@Ecay: untuk praktek pribadi dokter kedepannya pasti kan jumlah pasiennya akan bertambah terus, jadi kalo menurut saya, baiknya menerapkan penyimpanan berkas rekam medis menggunakan sistem angka untuk memudahkan dalam mengontrol jumlah rekam medis, selain itu sistem angka jugalebih mudah diterapkan..
Terimakasih
boncos berkata,
Januari 29, 2012 pada 6:45 am
yg bener tu yg anda tulis ato yang anda coment,,,cos tulisannya tdf : dr angka trakhir ke tengah lalu ke blakang tp di coment anda malah dr angka blakang ke angka depan baru ke blakang,,tlong dperjelas
prisai berkata,
Januari 30, 2012 pada 2:59 pm
@ broncos: untuk yang di coment saya kira seperti contoh yang saya tulis… tdf tu dari belakang, ke tengah lalu ke depan… karena angka tengah ga ada yang sama jadi ururannya seperti itu…
contohnya apabila ada no RM 030048, 030148, 030248, 050048, 990048, maka urutannya jadi:
030048
050048
990048
030148
030248
ghifary berkata,
Februari 12, 2012 pada 10:21 am
mungkin perlu dijelaskan juga bebrapa modifikasi dari TDF mas prisai..
lina berkata,
April 23, 2012 pada 1:58 am
kode itu diambil dari mana ya?
prisai berkata,
April 27, 2012 pada 2:21 pm
@lina: maksudnya kode yang mana ya?