Hmm,,,,,,, rasanya sudah lama banget saya tidak merasakan perkuliahan lagi di Diploma III Rekam Medis Universitas Gadjah Mada (yang kini berubah menjadi Sekolah Vokasi) semenjak saya dinyatakan Lulus. Masih terlintas beberapa materi dalam benakku yang rasanya kurang sempurna kalo tidak dituangkan dalam sebuah tulisan (dalam hal ini di Blog ) ^_^
Sedikit cerita saja, materi yang paling saya sukai pada saat kuliah dulu adalah IPLK (Ilmu Penyakit dan Laboratorium Kesehatan). Ntah kenapa, kalo mempelajari IPLK itu rasanya seneng banget, apalagi saat masuk bagian Coding atau pengkodean penyakit…. Wah, banyak wawasan yang dapat diambil dari sana. Mulai dari mengenal jenis dan macam penyakit, serta letak penyakit tersebut. Pokoknya Oke banget dah materinya…. ^_^
Langsung aja, tulisan saya kali ini akan membahas tentang Bagaimana sih melakukan pengkodean terhadap penyakit Neoplasma????
Eits…. Sebelum melakukan pengkodean penyakit, pastinya kita mempersiapkan peralatannya dulu donk.. Yupz, jelas banget!!! Peralatan yang wajib ada yaitu ICD-10 volume 1 dan 3, tapi volume 2 tetap dibawa ya… jangan dipisahkan, karena prosedur-prosedur pemakaian ICD-10 sudah dijabarkan di volume 2. ^_* Saya menganjurkan untuk memakai ketinganya, karena pemakaian ICD yang akurat dan konsisten tergantung pada penggunaan ketiga volumenya secara benar.b^_^d
Secara garis besar pengkodean penyakit tu sama, baik penyakit yang biasa maupun penyakit neoplasma, yaitu:
1. Tentukan tipe pernyataan yang akan dikode, dan buka volume 3 Alphabetical index (kamus). Bila pernyataan berkaitan dengan istilah
2. penyakit atau cedera atau kondisi lain yang terdapat pada Bab I-XIX dan XXI (Vol. 1), gunakanlah ia sebagai “lead term” untuk dimanfaatkan sebagai panduan menelusuri istilah yang dicari pada seksi I indeks (volume 3). Bila pernyataan berkaitan dengan penyebab luar (external cause) dari cedera (bukan nama penyakit) yang ada di bab XX (Vol. 1), lihat dan cari kodenya pada seksi II di indeks (Vol. 3).
3. “Lead term” (kata panduan) untuk penyakit dan cedera biasanya merupakan kata benda yang memaparkan kondisi patologinya. Sebaiknya jangan menggunakan istilah kata benda anatomi, kata sifat atau kata keterangan sebagai panduan. Namun terkadang ada beberapa kondisi yang diekspresikan sebagai kata sifat atau eponim (menggunakan nama penemunya) sebagai “lead term”.
4. Baca dan ikuti petunjuk catatan yang muncul di bawah istilah yang akan dipilih pada volume 3.
5. Baca istilah yang terdapat dalam tanda kurung “( )” sesudah lead term (kata dalam kurung tidak akan mempengaruhi kode), demikian juga setiap istilah yang ada pada baris indentasi di bawah lead term, sampai semua kata dalam diagnosis dicakup.
6. Ikuti secara hati-hati setiap rujukan silang (cross references) dan perintah see dan see also yang terdapat dalam indeks.
7. Rujuk ke Tabular List (volume 1) untuk verifikasi ketepatan nomor kode yang dipilih. Perhatikan juga perintah untuk membubuhi kode tambahan (additional code) serta aturan cara penulisan dan pemanfaatannya dalam pengembangan indeks penyakit dan dalam sistem pelaporan morbiditas dan mortalitas.
8. Ikuti pedoman/petunjuk istilah inklusi (Inclusion) dan eksklusi (Exclusion) di bawah kode yang dipilih atau di bawah bab (chapter), blok, kategori, atau subkategori.
9. Tentukan kode yang dipilih.
Tetapi ada sedikit cara untuk mempermudah untuk mencari kode pada penyakit neoplasma tersebut. Cara tersebut yaitu kita harus mengetahui sistematika dari penyakit neoplasma itu sendiri. Salah satunya yaitu kita bisa mempelajari sifat dari neoplasma itu sendiri. Berdasarkan sifatnya, neoplasma terdiri dari 4 sifat, yaitu Ganas (C00-C97), ‘In Situ’ (D00-D09), Jinak (D10-D36) serta tidak diketahui (D37-D48).
Untuk neoplasma yang bersifat ganas biasanya memiliki sifat invasif, ciri-cirinya yaitu:
- Menyerang jaringan sekitar
- Bermetastasis ke tempat yang jauh
- Berpotensi mengancam nyawa
Untuk neoplasma ‘In Situ’ ciri-cirinya:
- Sedang menjadi ganas, masih di titik asal
- Pra-invasif, non-invasif, non-infiltratif
Untuk neoplasma jinak, ciri-cirinya :
- Pada satu tempat, tidak menyerang sekitar
- Biasanya memiliki kapsul dan pinggir tegas
- Biasanya tidak mengancam nyawa
- Masalah: kalau menekan organ lain
Untuk neoplasma tidak diketahui/tidak pasti, ciri-cirinya:
- Tidak ganas, tapi pernah menjadi ganas
- Jarang: pengkodean setelah MR dipelajari
(sumber : Materi Kuliah+Erkadius FK Unand)