Budidaya Ikan Hias Cupang (Betta Splendens)

Bagi anda yang ingin memiliki sedikit kegiatan yang bisa menambah sedikit penghasilan, tidak ada salahnya untuk mencoba membudidayakan ikan hias jenis Ikan Cupang (Betta Splendens).  Ikan yang banyak digemari oleh penggemar ikan hias karena keindahan warna dan siripnya, kini menjadi buruan para pencinta ikan hias. Harga yang ditawarkan pada umumnya berkisar Rp 5000 – Rp 10.000 per ikan. Namun, jangan salah…. ada pula ikan cupang jenis ini yang dihargai hingga jutaan karena keindahan serta ketangguhannya (hasil wawancara dengan penjual ikan).

Ikan jenis cupang ini terdiri dari beberapa macam, antara lain Ikan Cupang Petarung, Ikan Cupang Halfmoon, Ikan Cupang Cendrawasih, Ikan Cupang Serit, dsb.

Untuk saat ini, semua jenis ikan cupang tersebut sudah saya pelihara dan mencoba untuk dibudidayakan. Budidayakan ikan ini sangatlah sederhana dan mudah, tidak membutuhkan biaya yang mahal.

Alhamdulillah untuk jenis Ikan Cupang Serit yang saya pelihara, saya berhasil mengawinkannya dan membudidayakannya. Dalam sekali menetas, ada sekitar 30-40 an anakan cupang. Anda tertarik??? Tidak ada salahnya untuk mencoba… d^-^b (tapi tidak dapat dipungkiri apabila ada anakan yang mati. Hal ini disebabkan karena kualitas air dan faktor ekternal lain)

Bagi Anda yang ingin membudidayakannya, saya mencoba untuk memberikan tips.

– Pertama, pilihlah induk yang berkualitas, sehat dan sudah siap untuk membuahi. Untuk induk Jantan, Anda dapat melihat dari keagrasifannya berenang dalam air.  Induk jantan yang sudah siap untuk membuahi telur apabila ikan jantan tersebut sering mengeluarkan buih-buih.

Untuk induk betina, Anda dapat memilih induk betina yang sehat dan gemuk. Pilihlah induk betina yang seimbang dengan pejantan. Maksudnya jangan memilih induk betina yang lebih besar dari induk jantan, karena bisa saja induk jantan kalah (Hahaha, kaya suami takut istri gitu ^_^)

– Setelah anda memilih induk, siapkan tempat untuk pengawinannya. Tidak usah repot-repot, gunakanlah ember atau aquarium kecil 30 x 20 cm atau yang lebih besar sedikit.

– Berikan tumbuhan eceng gondok atau serutan dari steroform untuk melindungi telur-telur saat mengumpul dalam buih.

– Pisahkan induk betina dari pejantan apabila telur sudah terdapat dalam buih. Ciri-ciri telur sudah ada dalam buih, Anda dapat mengetahui dengan melihat buih tersebut. Apabila ada bintik-bintik berwarna putih, berarti telur sudah menempel. Atau Anda dapat melihat dengan perilaku si betina. Biasanya setelah bertelur, ikan betina akan menjauh dari si jantan dengan bersembungi disudut aquarium/ember.

– Setelah itu, tunggu sekitar 3-4 hari telur akan menetas.

 

Selamat Mencoba !!!

 

***Ikan ini berbeda dengan ikan hias lain. Perbedaannya yaitu pada keindahan sirip dan warnanya. Ikan ini akan menyajikan pemandangan yang menawan dan indah saat sirip-sirip berwarnanya dimekarkan dengan sempurna. Mungkin , inilah ikan hias yang paling menawan untuk saat ini bagi saya pribadi. ^_^***

 

 

 

5 Komentar

  1. agustomank said,

    April 6, 2011 pada 7:53 am

    jangan lupa mampir bro di blogku oce deh…

    • prisai said,

      April 8, 2011 pada 1:09 pm

      sipp bung…
      terima kasih sudah mengunjungi blog ku..🙂

  2. sardiman said,

    April 25, 2011 pada 2:40 pm

    Jual daun ketapang kering (Dijamin kering di pohon ).Rp 2.000,-/5 lembar daun.hub : sardiman 02192350825/085213181673/085717789714

  3. Desember 20, 2011 pada 7:11 am

    ikan cupang w lebih kerennnnnn

    • prisai said,

      Desember 20, 2011 pada 11:35 am

      @Naufal Kharisma: ikan cupang mu jenis apa ?? yang membuat keren pasti kombinasi warna nya tu….
      punya q juga ada yang keren, warna merah jenis Halfmoon..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: