“Jenis Tanah” mana yang sesuai dengan kamu?

Pagi ini terasa sangat cerah dan indah sekali… Seperti biasa, sebelum melaksanakan kegiatan rutin di kantor, selalu diadakan sebuah apel pagi. Nah, kebetulan hari ini ada  jadwal kultum…

Sebuah kultum yang menarik dan singkat, tetapi memiliki makna yang bagus buat kita untuk intropeksi terhadap diri kita masing-masing. Isi kultum tersebut ga’ panjang lebar, isinya tentang bagaimana sikap kita dalam menerima sebuah ilmu di kehidupan sehari-hari.

Dalam hal ini, sikap kita dalam menerima ilmu diumpamakan sebagai ” tanah yang mendapatkan  air hujan”, yang terbagi menjadi 3 golongan, yaitu:

1. Tanah yang berpasir

Tanah yang berpasir mengandung arti jika seseorang mendapat sebuah ilmu, ilmu tersebut secara cepat dapat diserap… namun, secara cepat juga untuk hilang kembali tanpa bisa menjaga manfaat ilmu tadi untuk kepentingan lingkungan sekitarnya.. Hal ini sama seperti air hujan yang turun di tanah berpasir, walaupun air terserap oleh tanah berpasir, namun tanah tersebut tidak bisa menjaga kandungan air di dalamnya…

2. Tanah biasa/liat

Tanah biasa/liat mengandung arti jika seseorang mendapat sebuah ilmu, ilmu tersebut secara cepat dapat diserap  dan ilmu tersebut dapat disimpan serta digunakan untuk kepentingan daerah sekitarnya.. Hal ini sama seperti air hujan yang turun dan membasahi tanah biasa/liat, air tersebut akan terserap dan disimpan oleh tanah tersebut untuk kesuburan daerah sekitar.

3. Tanah berbatu/bebatuan

Tanah berbatu/bebatuan mengandung arti jika seseorang mendapat sebuah ilmu, ilmu tersebut sama sekali tidak bisa diserap dan digunakan oleh orang tersebut… Sama seperti air hujan yang mengenai sebuah batu, air tersebut tidak akan masuk terserap oleh batu, namun hanya dipantulkan saja…

Jadi, sudah masuk kategori tanah apakah anda??

2 Komentar

  1. dhaploen said,

    Desember 25, 2011 pada 6:06 am

    mantap sekali Pak Kyai, klo siklusnya harusnya tanah batu kena air terkikis terus jadi tanah pasir, nah tanah pasir lama kelamaan bercampur dg partikel tanah biasa ya jadilah tanah biasa,
    semua memang ada prosesnya🙂

    • prisai said,

      Desember 25, 2011 pada 6:28 am

      Maturnuwun Bung Dian Budi Santoso atas tambahan siklusnya,,🙂
      Ya, memang dalam sebuah pembelajaran semua mengalami siklus, dari yang tidak bisa menjadi bisa, dan yang sudah bisa mengajari yang tidak bisa.. hehe
      Maka dari itu, saya mencoba menggambarkan bagaimana sikap kita dalam menerima sebuah ilmu dengan menggunakan perumpamaan “Tanah”🙂

      ya semoga kita semua bisa meniru jenis “Tanah Biasa/Liat”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: